Yuk, Sinergi Dengan Sekolah Untuk Membangun Karakter Anak

▪Oleh Abdul Hakim, S.Kom., MM. (Manager Area Insan Mandiri Depok)

“Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian”.

Sejenak, mari kita menyamakan persepsi terkait pendidikan dan pendampingan untuk anak-anak kita. Kita mesti menyadari bahwa orangtua memegang peranan penting dalam membimbing dan mendampingi anak. Sudah menjadi kewajiban kita untuk menciptakan lingkungan sosial anak yang kondusif sehingga dapat memancing keluarnya potensi, kecerdasan, dan rasa percaya diri anak. Tentu, tetap memahami tahap perkembangan anak serta kebutuhan pengembangan potensi kecerdasan dari setiap tahap.

Rasa keingintahuan anak terhadap dunia di zamannya sering kali membuat mereka ingin mencoba melakukannya secara leluasa. Ketakutan orangtua adalah jika hal-hal terburuk terjadi pada anak, kebanyakan orang tua memberi larangan atau batasan tanpa kejelasan atau logika yang diterima anak. Sadarkah bahwa ternyata bisa jadi larangan tersebut hanya akan membuat rasa penasaran bagi anak untuk melakukannya dan dapat berefek negatif bahkan mematikan potensi dan kreatifitasnya. Komunikasi dua arah adalah solusi terbaik untuk mengingatkan anak alih-alih melarang anak melakukan hal-hal yang ingin mereka lakukan. Beri tahu mereka tentang risiko yang mungkin terjadi dan mintalah anak Anda untuk berhati-hati.

Anak akan merasakan kepuasan batin jika ia telah mencapai prestasi melebihi batas kemampuan yang pernah diraihnya dan melakukan sesuatu yang tidak mudah dilakukan. Untuk melakukan sesuatu dan berani mencoba hal baru dalam hidup, orang dewasa pun perlu memiliki keberanian dan kepercayaan diri. Tanamkan pada anak agar ia mempunyai keberanian, baik keberanian untuk mengambil risiko maupun keberanian untuk siap menghadapi tantangan hidup. Orangtua harus mengajarkan anak untuk tidak pernah menyerah, dan memberikan ruang gerak yang luas untuk mewujudkannya.

Orangtua tak cukup hanya ‘menitipkan’ pendidikan anaknya ke pihak sekolah saja. Orangtua harus aktif mendukung program sekolah, bahkan membantu meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Ketika orangtua semakin memberikan kepercayaan kepada sekolah, maka secara otomatis citra sekolah di masyarakat akan semakin baik. Tanpa dukungan orangtua yang dalam hal ini adalah elemen masyarakat, sekolah akan kesulitan dalam pembentukan karakter sesuai tujuan pendidikan.

Yuk, bersama sekolah bersinergi membentuk kepribadian unik anak yang terbingkai dengan nilai-nilai akhlak yang tinggi.

Wallahu A’lam

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top
1
Hubungi Kami di Sini
Assalamualaikum
ada yang bisa kami bantu?