KISAH ISRA MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Kisah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Palestina hingga naik ke langit tujuh Sidratul Muntaha dalam semalam merupakan bukti kekuasaan dan kebesaran Allah SWT. Bagi Umat Islam peristiwa Isra Miraj menjadi salah satu momen yang sangat penting. Peristiwa ini merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW ke langit ke-7, yang juga mempertemukannya dengan para nabi terdahulu. Peristiwa itu sekaligus menunjukkan bahwa segala sesuatu tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Peristiwa Isra Miraj sendiri terjadi pada tanggal 27 Rajab di tahun kedelapan kenabian. Tahun ini, Isra Miraj diperingati Senin, 28 Februari 2022. Jika biasanya wahyu untuk Nabi Muhammad melalui perantara Malaikat Jibril, kali ini Allah SWT memberikan perintahnya langsung pada Rasulullah SAW.

Dalam Surat Al Isra ayat 1 dijelaskan tentang peristiwa isra atau perjalanan suci Nabi Muhammad SAW pada malam hari bersama malaikat Jibril dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Palestina. Sedangkan peristiwa Mi’raj atau dinaikkannya Nabi Muhammad SAW ke Sidratil Muntaha atau langit ketujuh dijelaskan dalam Surat An Najam (Bintang) ayat 13-18. Peristiwa Isra Mi’raj ini diabadikan dalam Al Quran, Surat Al Isra ayat 1. Allah SWT berfirman:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al Isra:1).

Isra Miraj sendiri merupakan dua peristiwa yang terjadi pada waktu yang berbeda, bukan merupakan satu peristiwa saja. Peristiwa Isra Miraj ini sangat penting karena berkaitan dengan ibadah utama bagi umat Muslim, yakni salat 5 waktu.

Isra merupakan peristiwa perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW mengendarai Buraq.

Sementara Miraj merupakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Bumi menuju langit ke-7 dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha bertemu dengan Allah SWT untuk menerima perintah langsung.

Allah SWT memanggil Rasul untuk menyampaikan perintah mendirikan salat bagi Nabi Muhammad SAW dan umatnya. Awalnya, Rasul diperintahkan untuk menjalankan 50 kali salat.

Namun, karena takut umatnya tak bisa menjalankan salat sebanyak 50 waktu, Nabi Muhammad SAW meminta keringanan hingga hanya perlu menjalankan perintah salat 5 waktu dalam sehari semalam.

Sedangkan jika diartikan dari bahasa, Isra Miraj berasal dari dua kata, yakni ‘isra’ yang berasal dari kata ‘asra’ yang berarti perjalanan dan ‘miraj’ yang berarti tangga atau perjalanan.

Kisah Isra Miraj, Perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Langit ke-7

Pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Terdahulu
Dalam kisah Isra Miraj ini, Rasul bertemu dengan beberapa nabi terdahulu pada setiap langit yang dilewatinya. Pada langit pertama, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi pertama, Nabi Adam AS.

Setelah sampai di langit kedua, Rasul lantas bertemu dengan dua nabi, yakni Nabi Isa AS dan juga Nabi Yahya AS. Perjalanan Rasul lantas berlanjut ke langit ketiga danbertemu dengan Nabi Yusuf AS.

Setelah bertemu dengan Nabi Yusuf AS, Nabi Muhammad SAW kembali melanjutkan perjalanannya ke langit ke-4. Di langit ke-4, Rasul bertemu dengan Nabi Idris. Di langit ke-5 Rasul bertemu dengan Nabi Harun.

Kesedihan Nabi Musa AS
Jika sebelumnya pertemuan Rasul dengan para nabi terdahulu berjalan dengan penuh kebahagiaan, hal berbeda justru terlihat saat Rasul bertemu dengan Nabi Musa AS.

Kesedihan Nabi Musa saat bertemu dengan Rasul terjadi pada langit keenam. Nabi Musa AS terlihat menangis saat Nabi Muhammad SAW hendak melanjutkan perjalanannya ke langit ketujuh, seperti dilansir oleh NU Online.

Rasul Pun lantas menanyakan mengapa Nabi Musa sampai menangis saat bertemu dengannya. Nabi Musa pun lantas mengatakan jika ia menangis karena melihat sosok Rasul yang jauh lebih muda, namun memiliki jumlah umat yang lebih banyak masuk surga dibandingkan dengan umatnya.

“Musa menangis karena merasa sedih atas umatnya jauh lebih sedikit dibandingkan umat Muhammad dan keutamaannya kalah dari Nabi Muhammad” (Syekh Badruddin Ahmad al-Aini, Kitab Umdatul Qari).

“Musa menangis karena merasa sedih atas umatnya jauh lebih sedikit dibandingkan umat Muhammad dan keutamaannya kalah dari Nabi Muhammad” (Syekh Badruddin Ahmad al-Aini, Kitab Umdatul Qari).

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top
1
Hubungi Kami di Sini
Assalamualaikum
ada yang bisa kami bantu?