Bulan Syaban

Menurut kalender Islam, 1442 Hijriah, tanggal 1 bulan Syaban dimulai hari ini, tanggal 15 Maret 2021. Bulan Sya’ban sendiri, merupakan bulan ke delapan dalam penanggalan hijriah sesudah bulan Rajab.

Pada bulan Sya’ban, ada momen yang selalu dinantikan oleh sebahagian umat Islam, yaitu momen Nishfu Syaban. Secara bahasa, nishfu dalam bahasa Arab, yang artinya setengah atau separuh. Dan satu di antara keutamaan malam Nishfu Sya’ban -menurut beberapa riwayat- adalah pada malam itu Allah SWT mengampuni semua dosa hamba-Nya.

Berikut makna bulan Sya’ban dan beberapa keutamaannya.

1. Mengapa dinamakan bulan Sya’ban?

وَسُمِّيَ شَعْبَانُ لِتَشَعُّبِهِمْ فِيْ طَلَبِ الْمِيَاهِ أَوْ فِيْ الْغَارَاتِ بَعْدَ أَنْ يَخْرُجَ شَهْرُ رَجَبِ الْحَرَامِ

“Dinamakan Sya’ban sebab mereka berpencar-pencar mencari air atau di dalam gua-gua setelah bulan Rajab Al-Haram.” (Fathul-Bari Libni Hajar, IV/213)

2. Bulan Sya’ban adalah bulan menyirami amal kita.. Abu Bakr Al-Balkhi rahimahullaahu Ta’ala mengatakan:

شَهْرُ رَجَب شَهْرُ الزَّرْعِ ، وَشَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ سُقْيِ الزَّرْعِ، وَشَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ حَصَادِ الزَّرْعِ.

“Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen tanaman.” (Lathaiful-Ma’arif libni Rajab Al-Hanbali, hal. 130)

3. Bulan Sya’ban adalah bulan dinaikkannya amal-amal kita ke hadapan Allah SWT:

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Bulan Syaban adalah bulan di mana manusia mulai lalai, yaitu di antara Rajab & Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan pada Allah, Rabb semesta alam. Sebab itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i no. 2357, hadits hasan)

4. Bln Syaban adalah bulan memperbanyak puasa sunnah:

فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ-

“Aku tak pernah sama sekali melihat Rasulullah ﷺ berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain di bulan Ramadhan. Aku pun tak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Syaban.” (HR. Bukhari no. 1969; & Muslim no. 1156).

Ada riwayat yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW berpuasa di bulan Sya’ban secara berselang-seling seperti puasa Daud, namun ada pula yang mengatakan bahwa Baginda Rasul berpuasa setiap hari pada bulan Sya’ban dan berhenti berpuasa sekira 3 hari menjelang tibany bulan Ramadhan.

Walaupun riwayat dan kualitas hadis tersebut tergolong lemah, namun adanya hadits yang lain dapat meningkatkatkan derajat hadits lemah tersebut dan digunakan dalam melaksanakan amalan-amalan Sunnah baik yang sangat dianjurkan (muakkadah) maupum yang tidak dianjurkan (ghayr mukkadah)

Maka dalam memasuki bulan Sya’ban ini, mari kita semua untuk memperbanyak amal-amal saleh, sampai mencapai puncaknya di bulan Ramadhan nanti.

Semoga Allah SWT memudahkan kita semua berbuat baik.

اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلّغنا رمضان

Allahumma aamiin yaa Rabbal ‘Aalamiin.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top
1
Hubungi Kami di Sini
Assalamualaikum
ada yang bisa kami bantu?